RIDHO SLANK

RIDHO - SLANK
Nama Lengkap         Mohammad Ridwan Hafiedz
Panggilan Akrab      Ridho
Di SLANK Sebagai     Gitaris, Backing vokal, Penulis lagu.
Tempat Kelahiran     Ambon
Tanggal lahir        3 September 1973
Agama                Islam
Tinggi Badan         173 cm
Berat Badan          50 kg
Musisi Idola         Blues Saraceno, Nick Nolan, Beatles, 
                     Jimi Hendrix, Ian Antono, Eet Syahranie
Nama Istri           Ony Seroja Hafiedz (Menikah pada 25 Agustus 2001)
Nama Anak            Marco Maliq Hafiedz, Omar Hakeem Hafiedz, 
                     Stella Aisha Hafiedz, Ale Risjad
Hobby                Sepak Bola, Fotografi
Nama Anak            Marco Maliq Hafiedz, Omar Hakeem Hafiedz, 
                     Stella Aisha Hafiedz, dan Ale Risjad
 
OBSESINYA BIKIN LAGU KERAS

Kalo Slank lagi manggung dan Kaka menyebut nama si ganteng, inilah dia : Mohamad ridho hafiedz, cowok kelahiran Palangkaraya 3 September 1973. Orangnya kalem, sedikit imut-imtut dan konon emang paling bikin gemes Slanker cewek alias Slanky. Sebelum bergabung dengan Slank pada September 1997, nggak banyak yang mengenal sosoknya, kecuali buat mereka yang pernah nyimak album last Few Minutes (LFM). Di inilah nugie dulu pernah bergabung. LFM sebenarnya punya potensi buat maju. Cuma system promosi yang asal-asalan membuat namanya tenggelam.

Si bontot dari tujuh bersaudara ini mewarisi darah seni dari kakeknya. Kelas 2 SMP mulai main jazz dengan spesifikasi instrumen bas. Merasa nggak enjoy, kelas 2 SMU banting setir ke gitar. Kali ini girilan musik jazz yang bikin jiwanya nggak puas. Ridho pun berpikir untuk memainkan musik rock. Pemusik rock kan rata-rata gagah, begitu pikirnya. Latihan keras pun dimulai. Hasilnya ? "Bokap ngamuk-ngamuk liat gue main gitar di kamar, padahal esoknya mau ujian. Gitar yang gue mainin mau dia banting," kata alumni SMUN 21 jakarta tahun 1991 itu.

Di Palangkaraya, fasilitas musik kurang banget. Mana mungkin menyalurkan bakat ? Ridho pun mulai terpengaruh sama cerita sukses pemusik daerah yang urban ke Jakarta. Selepas SMP hengkanglah dia kesana. Berbagai festival diikutinya. Gitar pun makin nggak bisa lepas dari kehidupannya. Coba, orang tua mana yang nggak kuatir ? Ada satu festival yang berlangsung di Jatinegara pada 1992. Bandnya berhasil masuk final. "Waktu itu gue bawain lagu-lagu Slank. Slank sendiri saat itu jadi bintang tamu," katanya mencoba mengingat masa lalu.

Lama kelamaan hati sang ortu luluh juga melihat kekerasan hati Ridho. Pada 1996 ia cabut ke Amerika. Selama setahun ia kuliah di Musician Institute – Guitar Institute of Technology. Pulang dari sana dia berhasil ngantongin sertifikat. Padahal nggak semua siswa mampu memperolehnya. Sepulang ke Jakarta, Ridho melihat kenyataan bahwa karir LFM makin nggak jelas. Lepas dari kurang tergarapnya system promosi, grup ini kurang memberinya kepuasan dalam bermusik. "Bukannya di LFM nggak ada kebebasan, tapi konsep musik grup itu emang nggak memberinya kesempatan buat geber-geberan. Dalam keadaan ngambang selepas dari LFM itulah ia bertemu dengan Bimbim. Obsesinya segera terpenuhi ketika menggarap album Matahati Reformasi yang sarat dengan kemarahan serta kritik-kritik yang menyodok khas Slank. Nggak risih ikut-ikutan ngomong reformasi ? "Justru karena sama Slank jadi nggak ada beban. Soalnya gue tahu dari dulu band ini sudah aktif omong soal reformasi. Kalo bukan dengan mereka, gue pasti nggak bakal mau ngomongin reformasi," Ridho memberi alas an.

Ada peristiwa unik menjelang gabungnya instruktur gitar ini ke Slank. Setiap mengajar, ia pantang ngidupin handphone. Alasannya mengganggu konsentrasi. Entah kenapa saat itu secara sadar handphone dia hidupin. "Nggak tau kenapa tuh, pokoknya HP sengaja gue pasang." Benar saja, pada saat itu Ridho ditelepon Lulu Ratna, manajer tur Slank, supaya dating ke jalan Potlot buat audisi. Akar blues yang kental memudahkan cowok ini beradaptasi dengan warna musik Slank. Pada awal bergabung, Ridho sadar betul perhatian orang tertuju sama dirinya dan Abdee sebagai gitar Pay, tapi kemudian bersikap masa bodoh. Kalo dipikirin terus, bisa-bisa stress . Mungkin kekhawatirannya itu cuma sekedar sindrom anak baru. Siapa tahu, perhatian itu bakal beralih pada dirinya. Itu soal waktu kok. Terbuktisekarang nggak satupun slanker yang protes dengan kehadirannya. Bahkan ya itu tadi mereka dibikin gemes sama gaya panggungnya. (Hai Klip Slank Okt ’98)

#SlankFact Ridho :

    - Gabung di SLANK Sejak 1997, diajak sama Road Manager SLANK waktu formasi Transisi 'Lulu Ratna'.
    - Dipanggil Ridho karena ketiga kakak laki-lakinya berinisial R semua
    - Main alat Musik sejak umur 6 tahun (Piano)
    - Waktu SMP Bikin band 'Charana' yang akhirnya berubah jadi 'The Cat Power Band' bareng kawan2 do'i (Ivan & Agung) Ridho main Bass.
    - Beralih jadi gitaris sejak ketemu Eet Syahranie 1989 di Samarinda. Eet bilang "Main Bass itu gak bisa gaya." akhirnya Ridho milih main gitar.
    - Tahun 1991 bikini band 'Last Few Minutes' bareng 'Nugie'.
    - Ke Amerika sekitar tahun 1991 buat belajar bisnis selama 4 tahun tapi gak lulus - lulus. Balik lagi ke Amrik tahun 1995 untuk belajar musik.
    - Sebelum di SLANK, dulu Ridho pernah manggung bawain lagu Slank di acara yang bintang tamunya SLANK
    - Pernah jadi musisi pendukung beberapa penyanyi solo seperti Vina Panduwinata, Vonny Sumlang, & Nugie.
    - Pernah waktu konser di Tegal dulu, Ridho atraksi banting gitar yang harganya gak terlalu mahal. Tapi gitarnya malah mental & jatuh nimpa gitar lain yang harganya puluhan juta.
    - Punya lapangan Futsal, Majalah musik, & beberapa Clothing Distro.
    - Duet bareng Ipang 'BIP' untuk soundtrack beberapa film Tanah air.



0 Response to "RIDHO SLANK"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel