Slank, musisi yang netral politik tapi anti golput

Merdeka.com - Hingar bingar Pemilu 2014 sudah sangat terasa di Indonesia. Apalagi hampir semua partai politik (parpol) berebut simpati masyarakat agar partainya diminati dan dipilih dalam pencoblosan mendatang.

Cara yang dilakukan oleh para parpol pun beragam, ada yang kampanye dengan konvoi di jalanan, blusukan, hingga membuat panggung rakyat. Nah, dalam panggung terbuka itu biasanya parpol selalu menggaet musisi untuk berpartisipasi menyampaikan visi dan misi partai itu sendiri.

Pemandangan itu hampir sering kita lihat jelang pelaksanaan pemilihan umum. Grup-grup musik laris Indonesia pasti ada saja yang turut diajak berkampanye. Padahal mereka yang ikut dalam kegiatan itu jelas-jelas merugikan kompetensinya sendiri sebagai musisi karena dituding memihak salah satu pemimpin. Tak heran jika sebagian publik yang kritis lalu nyinyir dengan perilaku grup-grup band yang terkesan memanfaatkan pundi-pundi politik itu.

Tahun ini misalnya, grup band Wali sudah diajak memeriahkan kampanye terbuka Partai Demokrat di Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Lalu juga ada grup band Radja turut serta dalam kampanye Partai NasDem di Padang, Sumatera Barat.

Lalu apakah masih ada grup band Indonesia yang memilih sikap berbeda?

Mereka adalah Slank, salah satu grup band blues dan rock legendaris Indonesia. Band yang beranggotakan Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim), Akhadi Wira Satriaji (Kaka), Ivanka, Abdee Negara, dan Ridho Hafiedz ini mengaku selalu 'menunduk' saat pelaksanaan pemilu.

"Kami masih menunduk selama pemilu. Kami enggak pernah main di partai manapun, dan kami enggak pernah meng-endorse partai manapun. Kami selalu begitu, dari Pemilu tahun 1990-an, kami sama sekali enggak pernah mau ikutan kampanye," kata Bimbim seperti dilansir dari Kapanlagi, Sabtu (29/3).

Slank pun ternyata sempat geram dengan salah satu parpol yang sedang gencar-gencarnya berkampanye. Parpol itu dengan sengaja mencatut nama Slank. Dalam sebuah foto yang tersebar, ada sosok Bimbim seorang diri dengan tulisan 'Pilih No.3 jangan golput'. Slank pun segera mengkonfirmasi hal tersebut di akun Twitter resmi miliknya.

"SLANK TIDAK MENGIJINKAN penggunaan logo, foto SLANK & Bunda Iffet untuk kepentingan kampanye caleg/partai baik pilkada maupun pemilu!! Bagi Slankers yang menemukan hal seperti ini, harap lapor via email ke redaksi@slank.com /message ke facebook SLANK, berikut foto buktinya," kata Slank seperti dikutip dari akun @slankdotcom.

Meskipun demikian, Slank tetap mengajak para masyarakat untuk memanfaatkan pesta demokrasi rakyat itu dengan sebaik-baiknya. Mereka mengharapkan agar publik mau mencoblos pilihannya masing-masing.

"Kalau kita nyoblos, kita suatu saat justru bisa protes ke itu orang, eh elo kok kerjanya nggak bener sih, gue kan dulu udah milih. Tapi kalau kita nggak mau nyoblos, kita besok-besok juga nggak boleh protes dong kalau lihat pemimpin elo kerjanya jelek," ujar Bimbim di salah satu stasiun televisi beberapa waktu lalu.

Sumber : www.merdeka.com

0 Response to "Slank, musisi yang netral politik tapi anti golput"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel